HOME
NASIONAL
DUNIA
EKSKLUSIF
KIAT
MEGAPOLITAN
GOSIP
AGENDA
PROFIL
SURAT
   CARI DATA
Image
Jum'at, 20 Oktober 2017 | 14:02 WIB
Image
Profil
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

     

Nama Lengkap
-

Lahir
Rantau Prapat, 8 Maret 1948

Agama

Pendidikan
SD Lulus Tahun 1961
SMP Lulus Tahun 1964
SMA Lulus Tahun 1967
Sarjana S-2 Lulus Tahun 2000
Akpol Lulus Tahun 1971
PTIK Lulus Tahun 1981
Sespim Polri Lulus Tahun 1987
Sesko ABRI Lulus Tahun 1994
Lemhanas Lulus Tahun 1996

Karir
Kapolres Dairi Polda Sumut Tahun 1988
Kapolres Simalungun Sumut Tahun 1989
Kabag Binsis Ditdik Polri Tahun 1991
Kadit Samapta Polda Kalselteng Tahun 1992
Kadit Serse Polda Nusra Tahun 1994
Irpolda Sumut Tahun 1997
Wakapolda Bali Tahun 1997
Kadispen Polri Tahun 1998
Kapolda Bali Tahun 1999
Kapolda Sumsel Tahun 2000
Kapolda Kaltim Tahun 2000
Ses Deops Kapolri Tahun 2001
Wakalakhar BNN Tahun 2001
Kalakhar BNN Tahun 2002

Kegiatan Lain

-

Karya

-

Penghargaan

-

Keluarga
Keluarga
Dede Christina Heryati (istri)
Asyma DA. Sianipar (anak)

Alamat Rumah
Alamat Rumah
Jl. Loka Indah Kav. UH/1 Warung Buncit Jaksel

Alamat Kantor
Alamat Kantor
Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Jalan Gerbang Pemuda No.3 Senayan, Jakarta.
Telpon. (021) 5733546, 5733935, 5733949, 5733583
Fax. (021) 5733201, 5733258

E-Mail
-

Website
http://www.bnn.go.id

  Togar Manatar Sianipar

Komisaris Jenderal Polisi Togar Manatar Sianipar, mulai mencuat namanya ketika dipercaya memangku jabatan strategis Kepala Dinas Penerangan Polri di tahun 1998.

Sebagai juru bicara utama Polri, Togar dikenal terbuka, serta banyak melakukan diskusi terbuka dengan wartawan terutama untuk memperoleh masukan tentang penampilan anggota Polri yang profesional, pengayom dan pelindung masyarakat.

Saat menjabat Kadispen Mabes Polri, para wartawan lebih ditertibkan dengan dibekali kartu identitas agar lebih mudah mendapatkan berita di lingkungan Polri. Sebelumnya, kartu pengenal ini hanya dikenal wartawan unit Polri yang biasa mencari berita di Mapolda Metro Jaya.

Tak pelak, hubungan harmonis itu menjadikan citra Polri terangkat. Salah satunya, disebabkan mudahnya wartawan memperoleh konfirmasi berita yang akan ditulis. Nyaris tiada hari tanpa berita Polri memenuhi halaman media cetak terutama televisi.

Sekitar satu tahun bertugas sebagai Kadispen Polri, Togar dipercaya pimpinan Polri dan dipromosikan untuk jabatan teritorial sebagai kepala kepolisian daerah (kapolda).

Saat menjadi kapolda ini, Togar tercatat salah satu perwira tinggi (Pati) Polri, yang pernah dipercaya menjabat kapolda sebanyak tiga kali, di tiga tempat berbeda.

Pertama menjabat Kapolda Bali tahun 1999, Kapolda Sumatera Selatan tahun 2000, dan ketiga menjadi Kapolda Kalimantan Timur tahun 2000.

Karier saat menjabat kapolda dilaluinya dengan mulus. Semuanya berkat ketekunan bekerja sebagai sosok profesional.

Tiga kali menjadi kapolda, Togar ditarik kembali ke Mabes Polri dengan jabatan Ses Deops Kapolri tahun 2001. Seperti pada pos-pos sebelumnya. Togar tidak juga lama di Ses Deops Kapolri., hanya sekitar enam bulan.

Kemudian ia mendapat tugas dan dipercaya pimpinan Polri memegang jabatan strategis yang memang sesuai dengan bidang yang ditekuninya, yakni jabatan Waka Lakhar (Wakil Kepala Pelaksana Harian) Badan Koordinasi Narkotika Nasional tahun 2001.

Setelah Kalakhar Komjen Pol Nurfaizi memasuki pensiun, Togar resmi menjabat Kalakhar BNN (Badan Narkotika Nasional) pada tahun 2002.

Di tengah tugas rutin, Togar sempat meluncurkan album rekaman berjudul “Suara Hati” hasil kerjasama dengan pencipta dan penyanyi terkenal Rinto Harahap.

“Tetapi saya tidak mau disebut penyanyi. Sebut saja saya orang yang punya hobi menyanyi,” katanya kepada adilindonesia.com, baru-baru ini.

Untuk urusan menyanyi dan rekaman, Togar yang dikaruniai talenta menyanyi ini, memperoleh izin dari Kapolri Jenderal Pol Da’i Bachtiar.

Sesuai pencanangan pemerintah ‘Perang Terhadap Narkoba’ . Jabatan Kalakhar BNN ini sangat disorot masyarakat. Namun, sehari-harinya Togar sangat bertolak belakang ketika ditemui lepas dinas.

Di rumah, gitar tidak lepas dari tangannya. Khusus hari Minggu, dihabiskan untuk acara keluarga. Saat begini, ia mudah ditemui disalah satu rumah makan sunda yang terhampar di sepanjang Jalan Raya Parung ke arah Bogor.

Satu kegiatan lain yang tidak dapat ditinggalkannya yakni, menonton ‘Angling Darma’, tiap Rabu malam disebuah stasiun televisi.

Hingga kini dari sekitar 256 episode, tidak satupun ada yang lolos. Bila sedang berada di depan gelas kaca itu. “Kecuali Kapolri, saya larang siapapun mengganggu.” (kim)