HOME
NASIONAL
DUNIA
EKSKLUSIF
KIAT
MEGAPOLITAN
GOSIP
AGENDA
PROFIL
SURAT
   Indeks Surat
Image Image Image
Biaya Pembuatan SIM C Di Bekasi Kok Mahal, Ya?
(08-06-2005 | 16:02:32)
Image Image Image
Pembodohan Anak Bangsa
(16-07-2003 | 15:05:41)
Image Image Image
Mahasiswa di Depok Tak Ber-KTP
(23-06-2003 | 17:33:29)
Image Image Image
Jangan Percaya Harga Makanan di Ragunan
(08-06-2003 | 16:30:03)
Image Image Image
Tindak Anggota Polri Arogan
(--Kamis, 22 | ei 2003, 16:56:22 WI)
Image Image Image
Soal GAM, Pemerintah Harus Arif
(14-05-2003 | 19:50:18)
Image Image Image
Maju Terus Inul!
(--Jumat, 9 M | i 2003, 20:10:24 WIB)
Image Image Image
Pernyataan Oma Irama Tak Beralasan
(30-04-2003 | 16:31:18)
Image Image Image
Kecaman Oma Tidak Pada Tempatnya
(24-04-2003 | 16:19:45)
Image Image Image
Peron Stasiun KA Bagaikan Pasar Terbuka
(05-04-2003 | 12:33:29)
   CARI DATA
Image
Minggu, 19 November 2017 | 19:05:28 WIB
Image
Surat Terbuka
Image
Peron Stasiun KA Bagaikan Pasar Terbuka
Fredy, Depok
Beberapa waktu yang lalu, seorang pembaca situs ini pernah mengusulkan untuk memperketat pemeriksaan karcis kereta api di pintu keluar/masuk stasiun. Menyambung saran pembaca tersebut, kami ingin pula menyalurkan unek-unek mengenai keadaan peron stasiun di wilayah Jabotabek, khususnya jalur Bogor-Jakarta yang sudah menyerupai pasar terbuka karena banyaknya pedagang asongan bahkan kakilima.

Memang, keberadaan para pedagang ini bisa membantu para penumpang melupakan kebosanan. Sambil menunggu tibanya kereta, penumpang bisa berkeliling melihat-lihat barang yang dijual pedagang mulai dari alat tulis, alat pertukangan, kaset/cd, suratkabar/majalah, atau mencari makanan karena di sana juga terdapat aneka jajanan.

Namun sangat disayangkan, banyak pedagang yang menggelar dagangannya di tempat duduk peron sehingga mengganggu kenyamanan penumpang yang menunggu tibanya kereta. Sebagian besar penumpang terpaksa menunggu sambil berdiri. Banyaknya pedagang membuat peron di hampir setiap stasiun layaknya pasar terbuka, dan kerumunan orang di peron bisa saja menjadi sasaran empuk bagi copet yang menyamar sebagai sesama penumpang.

Tentu saja kami tidak bermaksud menyalahkan para pedagang yang mencari nafkah di stasiun. Tetapi kalau peron menjadi ramai bak pasar terbuka, akan mengurangi tingkat keselamatan penumpang mengingat peron adalah lokasi paling dekat dengan lalu-lalangnya kereta.

Lebih disesalkan lagi, petugas stasiun yang seharusnya bertanggungjawab atas keselamatan penumpang di peron bukannya menertibkan para pedagang tetapi malah mengutip pungutan agar pedagang itu bisa berjualan di peron.

Apabila memang tidak dimungkinkan untuk mencegah orang mencari nafkah di stasiun, ada baiknya pihak PT KAI menyediakan lokasi khusus bagi para pedagang kecil ini sehingga tidak berdesakan di peron bahkan tempat duduk yang disediakan bagi penumpang.

Sekali lagi, kami meminta pihak PT KAI untuk memperhatikan faktor keselamatan orang-orang di peron, baik itu penumpang maupun para pedagang. Karena kecelakaan di peron cukup sering kami saksikan.

Terimakasih.